Home

Komputer19 February, 2006 5:51 am
Akhirnya ketemu juga, selama ini pada saat proses installasi debian (woody) ga pernah muncul error seperti ini. Error ini muncul setelah option install base system, pada saat extract file berhenti terus muncul message seperti ini:

o Failure trying to run: chroot /target mount -t proc proc /proc continue
o Base installation error debootstrap exited with an error (return value 1) continue

Tekan continue, kembali lagi ke option install base system. Begitu seterusnya berulang-ulang. Kemungkinan awal adalah CDROOM nya atau CD nya yang error. Aku coba dengan CDROOM lain dan ganti CD installer yang lain, tapi error tersebut tetep aja muncul. Coba tanya Pak Google juga belom ada jawaban yang memuaskan :) .

Iseng2 hardisk yang untuk windows98 ta resize, ta kurangi 200 MB, sisa 200 MB tsb ta tambahkan ke debiannya dan akhirnya proses installasi berjalan normal :) . Harap maklum komputer bekas dg Proc P II 233 hardisknya cuma 4 G … salam

Komputer14 February, 2006 1:48 pm

Sebenarnya sudah banyak artikel tentang antena kaleng dan cara pembuatannya seperti di:Lintas Langit, Noesapati,sedangkan untuk hitung kalengnya biasanya disini: Saunalahti

Contoh sederhana pemasangan antena kaleng sepeti gambar dibawah ini:

Tulisan ini hanya untuk dokumen pribadi supaya tidak lupa, juga kali aja ada yang masih bingung? Setelah antena kaleng selesai dibuat, sebelum dinaikkan ke pipa konfigurasi dulu access pointnya.
Default IP untuk wrt54g adalah 192.168.1.1 Coba ping dari komputer, Jika di ping ga replay cek kelas IP komputer, sesuaikan atau tambah alias di komputer.

Kalau udah replay, buka browser ketikkan http://192.168.1.1. Jika muncul user dan password isikan user: “admin”, password: “admin”. Pelajari fitur2 yang ada di linksys WRT54GS seperti di Tomsnetworking :) karena aku juga masih pelajari fitur2 tersebut :)

Coretan5 February, 2006 5:40 am

Kesuksesan menurutku adalah pada saat kehadiran kita membawa ke arah yg lebih baik pada orang lain, atau pada saat kita bisa merasakan nikmatnya mengabdi pada “Nya” melalui makhluk. Pada saat bisa merasakan kehadiran “Nya” di semua makhluk ciptaannya.

Ada satu hal yg masih menggangu pikiranku, darimana mengawali kesuksesan tersebut. Dengan luasnya samudra ilmu yg dihamparkan di setiap waktuku. Ta ada ujung, ta ada awal dan aku diberi pilihan. Dari manakah aku harus memilih? …

Banyak orang-orang mengikuti apa adanya “biarlah seperti air mengalir” katanya, tanpa ada pilihan hidup mungkin sebenarnya orang-orang tersebut bingung seperti aku karena terlalu luas samudra yg harus di arungi. Ada yg hanya termenung memandangi luasnya samudra kehidupan tanpa melangkah, ada yang membuat perahu besar dg famili2nya di masukkan kedalam perahu tersebut terus dipacunya dg kekuatan penuh tanpa mempedulikan sekitar, ada yg hanya membuat perahu kecil yg terus diombang-ambingkan ombak samudra.

Ach … sungguh pilihan yg sulit tuk melangkah, semua yg kulihat dari pilihan orang tersebut, aku merasa ga nyaman. Sampai kapankah aku terus bingung dg pilihanku?